Showing posts with label freediving. Show all posts
Showing posts with label freediving. Show all posts

Monday, April 27, 2015

Snorkeling di Pantai Kupa-kupa


(Pantai Kupa-kupa – Halmahera Utara, 8 April 2014)

Setiap kali ke pantai, biasanya aku penasaran dengan kondisi bawah lautnya. Gimana terumbu karangnya, ikan-ikannya, dan lain sebagainya. Hehe… Demikian juga dengan pantai Kupa-kupa ini. Lautnya yang sangat tenang dan lumayan jernih membuatku makin penasaran.
Pantai Kupa-kupa, Halmahera Utara
Hallo sobat sekalian, kali ini aku akan menyambung postinganku sebelumnya tentang Pantai Kupa-kupa. Tidak hanya menikmati pantai dan berenang saja, tapi snorkeling juga patut untuk tidak dilewatkan apabila berkunjung di pantai yang sunyi dan berarus tenang ini. 
Pantai Kupa-kupa, Halmahera Utara
Biasanya sebelum snorkeling, aku mencari informasi meski sedikit tentang kondisi lautnya. Dari informasi yang aku dengar, katanya terumbu karang di sini kurang bagus. Hal ini diakibatkan karena adanya penangkapan ikan dengan menggunakan bom oleh nelayan sekitar. Namun, syukurlah aktifitas pengeboman ikan itu sudah lama ditinggalkan para nelayan. Mereka telah menyadari bahwa kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut lebih besar daripada manfaat yang diraup dari laut ini. Senang mendengarnya… Hoho..

Aku snorkeling sendirian dan hanya di seputaran pantai saja, dengan kedalaman hingga sekitar 3 atau 4 meter-an saja. Sejauh pengamatanku, terumbu karangnya lumayan lah. Tidak sebagus, se-beraneka ragam dan sepadat seperti di Pulau Kakara atau Pulau Meti. Namun begitu, ikan-ikannya cukup banyak. Berikut ini beberapa foto di antaranya.

Bawah laut Pantai Kupa-kupa, Halmahera Utara

Terumbu karang di Pantai Kupa-kupa, Halmahera Utara

Terumbu karang di Pantai Kupa-kupa, Halmahera Utara


Terumbu karang di Pantai Kupa-kupa, Halmahera Utara

Bawah laut Pantai Kupa-kupa, Halmahera Utara

Bawah laut Pantai Kupa-kupa, Halmahera Utara

Bawah laut Pantai Kupa-kupa, Halmahera Utara
Aku masih bisa melihat sedikit sisa-sisa “korban” bom ikan. Namun demikian, ada banyak karang-karang muda yang sepertinya sedang “recovery” di sini dengan kondisi yang bagus. Ah, syukurlah… Mudah-mudahan beberapa lama lagi akan makin bagus. Hehe…

Bawah laut Pantai Kupa-kupa, Halmahera Utara

Bawah laut Pantai Kupa-kupa, Halmahera Utara
Terumbu karang di Pantai Kupa-kupa, Halmahera Utara
Oh, ya. Tidak ada tempat penyewaan alat snorkeling di sini. Jadi bawa sendiri ya…

***
Untuk tips bagaimana ke Pantai Kupa-kupa, bisa baca postinganku sebelumnya (klik di sini).

*****

Thursday, March 5, 2015

Snorkeling di Pulau Meti

(Pulau Meti, 08 April 2014)
Dermaga kayu di Pulau Meti

Selain menikmati pantai di pulau Meti seperti pada postingan sebelumnya (klik di sini), tidak afdhal rasanya kalau tidak snorkeling. Air yang jernih serta kondisi pulau yang masih asri membuatku makin penasaran dengan bawah lautnya. Apalagi di tahun lalu, pernah aku melihat beberapa orang bule snorkeling di pantai ini.
Salah satu spot snorkeling di depan dermaga Pulau Meti
Tidak ada tempat penyewaan alat snorkeling. Jangankan itu, pondok di area wisatanya pun kelihatan tidak terurus. Jadi, membawa sendiri perlengkapan alat snorkeling maupun logistik lainnya merupakan hal yang wajib. Kali ini aku snorkeling di area sekitar dermaga. Sebenarnya penasaran juga dengan kondisi bawah laut area selat, tapi kadang cukup berarus. Jadi, hati-hati kalau mau snorkeling atau berenang di selat ini. Ada kabel bawah laut pulak. Ngeri ihh.... Balik ke seputaran dermaga aja ahhh...
Selat di sebelah selatan pulau, berarus
Snorkeling dimulai dari sebelah kanan dermaga, kemudian penyisiran (:P) dilanjutkan ke arah utara. Air laut saat itu belum surut, visibilitinya lumayan bagus. Terumbu karang akan banyak ditemui mulai di kedalaman kira-kira 1 meter. Area dangkalnya tidak terlalu luas.

Ikan nemonya (clown fish) gelap banget yaakk warnanya. Ukurannya juga kira-kira sebesar telapak tangan. Tapi jahat, suka matok. hehe....
 
 
 
  
Sejauh penglihatnku sih terumbu karang di sini umumnya masih bagus dan cukup terawat. Lumayan padat dan berwarna warni, meski didominasi oleh terumbu karang yang keras. Ikan-ikannya juga banyak. Ada karang-karang yang mati, tapi tidak hancur. Hanya terbiar begitu saja. Sepertinya terumbu karang di sini jarang dijamah manusia.


 
 
Ini ikan apa yaa namanya??? ada y ang tahu????
Jadi penasaran nih ingin melihat kondisi di kedalaman lebih dari 5 meter. Sayangnya tidak ada diving operator di pulau ini. Namun untuk sobat yang ingin diving, bisa menghubungi dinas pariwisata Kab. Halmahera Utara untuk difasilitasi.
Well, demikian dulu ceritaku tentang salah satu pulau tempat wisata di Halmahera Utara ini. Mudah-mudahan bisa menjadi tambahan referensi. Jangan lupa melihat postingan sebelumnya tentang pulau Meti (klik di sini).
*****

Tuesday, January 6, 2015

Trip Sehari di Bunaken bag. II (end): Snorkeling di Pantai Timur

(Bunaken, 26 Desember 2014)

Spot kedua: Pantai Timur Bunaken.
Dari spot snorkeling/diving Pantai Barat, kami kemudian beralih ke bagian timur pulau. Dibandingkan dengan spot pertama tadi, spot pantai timur ini lebih sunyi. Terlihat hanya beberapa boat yang parkir. Dari atas boat, tampak sepertinya taman laut di sini lebih bagus dari pantai barat tadi. Mari kita buktikan. Tante Ruth dan bunda Helen udah turun duluan. Haha…

Tante Ruth. Heppi banget yaaak....
Lady traveller kita nih... heppi banget maen airnya. hehe...
Dan benar, kondisi di sini sangat kontras dengan spot pertama tadi. Terumbu karang di pantai timur ini terlihat sangat sehat wal afiat adanya dan membuatku berdecak kagum dan bersyukur masih bisa menikmati keindahannya. Ikan-ikannya juga sangat banyak dan kelihatannya sudah terbiasa juga dengan manusia. Selama ini, belum pernah aku melihat terumbu karang sehat dan luas membentang begini, apalagi didukung dengan visibility yang sangat baik. Baik Soft coral maupun hard coral terlihat seperti tertata rapi di sana sini. Soft coralnya lumayan banyak, terutama mulai pada kedalaman sekitar 2 meter. Tidak heran memang kenapa nama Bunaken bisa menggaung hingga ke mancanegara.
Seumur-umur, baru kali iniliat life jacket pink unyu'2. hehe...

Wew, gak sadar dia kakinya dah mau diserbu ikan2. haha....
Oh, ya. Untuk pertama kalinya, aku melihat langsung seekor ular laut. Ngeri sih, mengingat racunnya yang terkenal sangat berbahaya dan lebih beracun dari bisa cobra. Namun untungnya dia tidak agresif. Berikut ini beberapa foto yang sempat aku shoot. Maaf kalo kebanyakan, dan nggak bisa ngejelasin satu per satu. Maklum, aku masih awam soal ilmu kelautan dan perikanan. hehe...
ada ulaaaaaarrrr....!!!!
Beberapa jenis terumbu karang keras yang ada di Pantai Timur Bunaken


Oh, ya sobat sekalian, waktu ke sini, kami - termasuk saya - sempat kasih makan ikan pas lagi snorkeling. Soalnya kasian juga ikan-ikannya udah pada mendekat. Belakangan saya baru tahu, ternyata kalau kita kasih makan ikan di laut itu bisa mengganggu ekosistem laut itu sendiri. Sobat bisa googling deh, di situ banyak pendapat yang menurut saya masuk di akal sih. Jadi, kita nggak perlu tuh kasih makan, toh mereka dengan naluri kehewanannya udah bisa cari makan sendiri. Oke? hehehe... Thankss untuk pembaca yang sudah menginfomrasikan ini kepada saya :)
Okeh, lanjut yaa....
 
 
Hadeh... awas.. awas woy ikan2.. bisa geser bentar gak kalian?, aku mau motret terumbu karangnya.... hehehe....

Pengen liat gimana ikannya berenang-renang bebas? nih ada sedikit cuplikannya sob. Cekidot yaa :D
 

Menuju Siladen Bye-bye Bunaken…

Lho? Kog udah mau pulang aja? Nggak jadi gitu ke Siladen? Hmmm… Apa mungkin karena sudah sore atau gimana? Kog tukang perahunya nggak konfirmasi atau sekedar ngomong gitu kalo nggak akan ke Siladen? main jalan aja boatnya menuju Manado. Hadeh... ya sudahlah, lagian udah mulai sore.

Di perjalanan, sesekali kami melewati laut yang berombak dan sampah-sampah berserakan. Kelelahan tampak di wajah teman-teman. Semua pada tidur, kecuali aku yang tidak bisa tidur karena waspada dengan kondisi lautnya. Mudah-mudahan saja teman-teman tidak keberatan foto lagi bobo-nya ada di sini. Maaf yaa. hehe....
Mungkin mereka lelah...... hehe

Tiba di pelabuhan Calaca, aku lihat mba’ Evi kembali ngobrol dengan tukang perahu. Sepertinya berhubungan dengan tambahan harga dan pelayanan yang tidak sesuai. Mulai dari masalah perahu katamaran hingga spot Siladen yang kelewat. Sebagai konsumen atau pengguna jasa, tentu kami dirugikan. Ini memang bukan hanya masalah uang, tapi bagaimana memperlakukan konsumen dengan profesional. Si bapak pun tetap dengan pendiriannya. Akupun ikut-ikutan komplain. Kasihan juga liat mba Evi sendirian. Setelah proses pembicaraan dan pembayaran, kamipun berlalu.

“lain kali cari perahu lain saja ya,” terdengar kata bapak itu dari kejauhan. Heh, kutahan lagi esmosi ini yang kalau diakumulasi dari awal sampe sore itu, sudah tumpeh-tumpeh sebenarnya. Haha...

Ya sudahlah. Tidak ada gading yang tak retak. Insiden ini menjadi pelajaran. Memang sudah banyak wisatawan yang mengeluhkan kejadian yang hampir sama seperti ini. Bahkan kakakku sebelumnya sudah mewanti-wanti tentang hal-hal begini. Sebagai orang Manado yang notabene tuan rumah, akupun kecewa dan merasa tidak enak. Mudah-mudahan kejadian ini adalah satu-satunya kejadian tidak mengenakan di perjalanan mba Evi dan teman-teman hingga selesai nanti.



Terima kasih teman-teman untuk kebersamaan yang singkat ini, terima kasih Bunaken atas pengalaman yang berharga, terima kasih bapak tukang perahu, semoga bisa lebih baik di masa mendatang

***

Tips perjalanan ke Bunaken:

  • Hati-hati dengan calo. Dari beberapa sumber yang aku baca, tidak semua orang yang menawarkan boat ke Bunaken di pelabuhan Calaca mempunyai boat sendiri. Bisa jadi dia calo, sehingga tidak sedikit wisatawan yang merasa tertipu karena mendapati harga sewa di atas normal.
  • Untuk ke Bunaken, berdasrkan survey harga yang aku lakukan bulan November-Desember 2014 ini, rata-rata untuk boat seharian dibuka dengan harga 800-850 ribu, dan biasanya ditawarkan maksimal 2 (dua) spot snorkeling. Namanya buka harga, artinya masih bisa ditawar. Terdapat kapal regular dengan tarif sangat murah, tapi agak sulit mengatur waktu snorkeling dengan jadwal keberangkatan dari dan ke Bunaken.
  • Sebaiknya membawa kamera under water dan alat snorkeling sendiri (masker, fin, snorkel). Mau sewa juga bisa, tapi harganya lumayan mahal.
  • Sebaiknya berangkat di pagi hari.
  • Pilih boat dengan tukang perahunya yang pelayanannya baik, tidak seperti yang kami dapatkan. Agar tidak kecewa. Jangan lupa meyakinkan kembali rute yang akan ditempuh sebelum berangkat. Bisa tanya-tanya teman atau kenalan yang pernah ke Bunaken. Biasanya mereka punya nomor kontak tukang perahu recomendedyang bisa dihubungi.

*****